Denpost

Articles

Dugaan Korupsi di Tabanan

SEKIAN lama berlalu, borok pemerintahan sebelum Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti, rupanya baru terkuak. Walau sebelumnya sejumlah kasus korupsi secara samar-samar terungkap ke permukaan, tapi hal itu berlalu begitu saja. Bahkan kasus korupsi yang cukup menonjol, seakan-akan lenyap ditelan waktu seirama dengan kendurnya aparat berwenang menanganinya.

Belakangan ini tokoh-tokoh Tabanan yang gerah dengan perilaku penguasa sebelumnya itu bermunculkan. Mereka mulai ‘’berani’’ berkomentar karena diduga terjadi kecurangan di masa-masa sebelumnya. Sebut saja tokoh Tabanan, I Gusti Kade Djaya Wirata, yang mulai bicara karena melihat kasus korupsi di wilayahnya sangat memperihatinkan. Menurutnya, indikasi korupsi bisa dilihat dari kasus banyaknya jalan rusak, sekolah ambruk, kasus Rumah Sakit Internasional (RSI) Nyitdah yang belum terpecahkan hingga rumah dinas para pejabat.
Mulai terungkapkan bobrok pemerintahan sebelumnya, mengingat eskalasi politik kita yang cepat berubah. Partai yang selama ini berkuasa di Bali kemungkinan besar tak lagi dianggap mempunyai taring, lantaran ulah oknumnya sendiri. Bisa saja rakyat Tabanan bosan dengan gaya kepemimpinan selama ini, sehingga mereka ingin perubahan dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.
Masyarakat tentu tak ingin dibohongi atau direkayasa demi kepentingan segelintir orang maupun oknum pejabat yang ingin melanggengkan kekuasaannya. Termasuk mengkader keturunannya supaya melanjutkan dinasti/kekuasaan demi suatu kepentingan.

Jika sebelumnya pemerintah berusaha keras dengan berperilaku seolah-olah adil dan jujur, tapi lama-kelamaan akhirnya rerungkap juga. Persaingan politik yang semakin keras dan kotor, juga mendorong upaya oknum pemerintah menyingkirkan lawan-lawannya, termasuk satu partai. Mereka yang disingkirkan itu termasuk tokoh vokal alias sering mengkritik pemerintah, sehingga dibabat habis. Bahkan ada di antara tokoh partai tersebut yang dijebloskan ke penjara, hanya gara-gara proyek yang nilainya tak seberapa.

Mencermati pembodohan semacam ini, sudah saatnya rakyat Tabanan jangan lagi koh ngomong (malas bicara) jika menemukan indikasi penyimpangan di lapangan. Semuanya harus diungkap supaya jelas, dan rakyat jangan sapai terus-menerus dibodohi, sehingga mereka tak mau bicara, bahkan ada yang ketakutan.
Untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi di Tabanan, para penegak hukum hendaknya jangan tutup mata. Malah sebaliknya harus benar-benar sigap dan proaktif, termasuk menelusuri isu-isu yang berkembang di masyarakat. Bila perlu kasus-kasus lama yang memeloroti APBD Tabanan, diungkap lagi dengan pengumpulan bukti, alat bukti dan saksi-saksi.

Kita tentu tak ingin kasus korupsi ini semakin menjadi-jadi karena bakalan menyengsarakan rakyat. Semua pihak mesti bahu-membahu dan berusaha membersihkan oknum pejabat kita dari perbuatan yang mengarah pada penyelewengan uang negara. Semoga untuk ke depan ini, masyarakat Tabanan khususnya, semakin jeli melihat suatu permasalahan, serta tidak takut-takut lagi melepor kepada aparat terkait, jika hak itu untuk kepentingan pemberantasan korupsi secara menyeluruh. (*)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (putu lontong benyex)
Manusia tdk punya moral, inisial nya diungkapkan sj biar khalayak reme tau semua,potonya di uplot j...
Guest (putu lontong benyex)
Manusia tdk punya moral, inisial nya diungkapkan sj biar khalayak reme tau semua,potonya di uplot j...
Guest (kang badax)
Guest (yan kancil kerobokan)
**** merase proyek lebian ***..... Ne rugi masyarakat gen je Ajak pengguna jalan raya... Proyek NAS...
Guest (Alit wiartana krb keloid.)
Kalau kejadian ini Benar Adanya . bejat kali kau oknum apparat, Saipa yg kau suruh hormat dgn dirim...
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS