Denpost

Articles

Menyoal KUA PPAS Badung 2014

Parwata: Sektor Penggerak Perlu Diperhatikan

no-imageMangupura, DenPost
Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Pagu Anggaran Sementara (PPAS) Badung tahun 2014, Rabu (3/7) kemarin sudah dimulai. Rapat perdana yang dipimpin langsung Sekda Badung, Kompyang R Swandika dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Badung itu berjalan sangat kondusif.
Sekretaris Komisi C DPRD Badung, Drs. Putu Parwata,MM., yang membidangi masalah anggaran menilai, proses dan prosedur penyusunan KUA dan PPAS yang dilakukan eksekutif sudah sesuai ketentuan. Banggar mengapresiasi atas kinerja eksekutif termasuk menyetorkan draf KUA PPAS lebih awal, sehingga seluruh anggota Dewan dapat menyimak untuk kemudian memberikan masukan. “Kita apresiasi kinerja eksekutif,” kata Parwata.

Menyimak apa yang telah dimuat dalam KUA maupun PPAS, menurut politisi PDIP dari Dalung ini, untuk menentukan kebijakan anggaran setidaknya ada beberapa sektor yang perlu mendapatkan perhatian terutama sektor-sektor yang menjadi penggerak di luar pariwisata. Seperti sektor pertanian dan industri kecil (UMKM). Untuk itu, diharapkan tahun 2014 nanti sektor-sektor penggegrak ini bisa lebih diperhatikan pagu anggarannya sehingga benar-benar mampu mendukung sektor tersebut menjadi sektor andalan kedua setelah pariwisata.

Berdasarkan data dalam KUA, tahun 2014 nanti sektor pertanian baru mendapatkan bagian anggaran Rp 49,1 miliar lebih atau baru 2,5 persen dari APBD yang dirancang sekitar Rp 2,9 triliun. Sedangkan UMKM Rp 10,8 miliar dan pariwisata 22,7 miliar lebih. Minimnya anggaran untuk sektor ini, kata salah seorang wakil ketua DPD PDIP Bali ini, dikhawatirkan target-target pendapatan yang sudah dirancang tidak tercapai. Apalagi pertumbuhan ekonomi dan serapan tenaga kerja tidak akan bisa maksimal. “Perhatian pemerintah di sektor pertanian tidak saja dimaksudkan untuk menggairahkan petani, tapi juga mampu memberikan peluang kerja yang lebih luas yang selama ini belum dimintai oleh masyarakat,” tandas Parwata.

Dalam rangka menyelaraskan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi masyarakat sekaligus mengantisipasi merosotnya industri parwisata, maka langkah antisipasi dengan mengangkat sektor pertanian merupakan jalan yang sangat tepat. Anggaran antara pariwisata dan pertanian harus diseimbangkan, sehingga ketika terjadi peristiwa di luar dugaan seperti kasus bom 2002 lalu maka masyarakat tidak kelimpungan.
Parwata yakin, eksekutif sudah menggunakan berbagai dasar dan ketentuan dalam menyusun KUA dan PPAS ini sehingga ploating anggaran bisa proporsional. Seperti anggaran pendidikan misalnya, sesuai ketentuan tidak boleh kurang 20 persen dari APBD. Untuk Badung bahkan sekarang sudah di atas angka 20 persen atau 22-23 persen dari APBD. (102)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (made bravo)
Yang begini ini bikin bali leteh. Bule beristri pribumi bermental begini bukan cuma satu. Orang bali...
Guest (jeg konyang tanem pis APBD DITU pang sepalan...)
Guest (putu lontong benyex)
Manusia tdk punya moral, inisial nya diungkapkan sj biar khalayak reme tau semua,potonya di uplot j...
Guest (putu lontong benyex)
Manusia tdk punya moral, inisial nya diungkapkan sj biar khalayak reme tau semua,potonya di uplot j...
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS