Denpost

Giliran Baliho Anom-Regeg Dirobek

Giliran Baliho Anom-Regeg DirobekSemarapura, DenPost
Aksi perusakan atau perobekan baliho calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung ternyata terus berlanjut. Bukan hanya baliho milik paket Suwasta (Suwirta dan Kasta) yang diusung koalisi Partai Gerindra, PNBK Indonesia dan PKPB yang dirusak, kini sejumlah baliho paket Anom-Regeg yang diusung PDIP yang mejeng di sejumlah ruas jalan mulai menjadi sasaran perobekan.
Dari pantauan di lapangan, Selasa (11/6) kemarin, perusakan baliho paket Anom- Regeg, terjadi di wilayah Paksebali, Dawan, Klungkung. Di lokasi itu ada dua baliho besar milik paket yang diusung PDIP yang  dipasang di pinggir jalan menuju Kantor Desa Paksebali dirobek. Entah faktor disengaja atau tidak disengaja.
Ketua Tim Pemenangan Paket, Anom-Regeg, Sang Nyoman Putrayasa ketika diminta konfirmasinya terkait perobekan baliho tersebut malah tidak terlalu mempersoalkannya. Pihaknya yang kini menjadi Plh. Ketua DPRD Klungkung ini justru mengajak semua masyarakat untuk berpolitik santun menuju santi dan jagadhita. “Ya jangan sampai dengan adanya baliho robek kita jadi saling bentrokan atau lainnya. Mari kita melaksanakan Pilkada ini dengan jalan damai menuju santhi dan jagadhita,” ujarnya.

Menurut politisi asal Nyalian ini mengaku,  sebelumnya juga sempat menerima laporan adanya gesekan terkait pemasangan baliho Anom-Regeg di Nusa Penida. Yang mana gesekan ini dipicu pemasangan baliho calon kandidat yang dilakukan bertumpuk dengan baliho kandidat yang lainnya. Tapi persoalan pemasangan baliho bertumpuk tersebut sudah diselesaikan dan sudah tidak ada masalah. “Kendati ada kesengajaan atau karena   faktor alam. Ya kita harapkan semuanya berjalan lancar dan tidak saling gontok-gontokan gara-gara baliho,” harapnya.
Dipihak lain, perobekan baliho atau spanduk paket Suwasta juga mulai meluas terjadi di Klungkung. Hal ini terlihat di  Jalan Raya Satria menuju Desa Paksebali, Dawan, Klungkung. Sebuah spanduk Suwasta yang terbentang panjang di pinggir jalan menuju jembatan Tukad Unda juga menjadi sasaran perobekan. Bahkan yang unik, aksi perobekan dilakukan tepat pada foto pasangan kandidat Suwasta. Tak sedikit sejumlah warga yang melintasi jalan tersebut banyak yang berhenti melihat baliho yang dirobek tersebut.

Selain baliho paket Suwasta dan Anom-Regeg, baliho milik paket Rasa (Tjokorda Raka Putra dan Putu Tika Winawan) yang diusung Partai Hanura, PDP dan PPRN ini juga jadi sasaran perobekan.  Perobekan baliho paket Rasa ini  terjadi di Br. Pakel, Sampalan. Tapi yang menarik,  pemasangan spanduk  paket Suwasta justru tidak mengenal tempat. Ada salah satu spanduk milik paket Suwasta yang di pasang di eks. jembatan Tukad Unda. Hal ini tentunya banyak menjadi perhatian warga . Karena pemasangan baliho tersebut terlihat janggal sendiri di atas Tukad Unda. Apalagi banyak yang mandi ditempat tersebut. (119)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (wayan sudharya)
Polisi harus berani menegakkan uu lalulintas secara adil baik terhadap wni maupun wna ataupun turis.
Guest (yan kancil)
ULI PIDAN GAEN DPRD TUAH AMONTOAN GEN.....JEG MEGARANG NGEDUM.....SING JE MIKIR DADI WAKIL RAKYAT......
Guest (jsw)
Jempol buat dishub, itu artinya tdk tebang pilih
Guest (Putu Edy)
emang boleh status TN di ubah jadi tanah milik pribadi ? Klo bisa saya daftar juga disana. Dasar UUD...
Guest (kaka)
langkah yg bagus, lanjutkan...dan tetap konsisten..
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS