Denpost

Bunda PAUD Gianyar Ajak Guru TK dan KB Gunakan Bahasa Bali

Bunda PAUD Gianyar Ajak Guru TK dan KB Gunakan Bahasa BaliGianyar, DenPost  
Kabupaten Gianyar terkenal dengan seni dan budayanya hingga ke manca negara. Namun sayang yang terjadi belakangan ini salah satu penunjang kebudayaan yaitu bahasa Bali cenderung dilupakan dan ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini ditegaskan Bupati Gianyar dalam sambutannya yang dibacakan  Bunda PAUD Gianyar, Nyonya Surya Adnyani Mahayastra pada acara penutupan Gebyar PAUD di Balai Budaya Gianyar, Rabu (25/9) kemarin.

Dihadapan guru TK dan Kelompok Bermain (KB) , Bunda PAUD mengatakan Pemerintah Kabupaten Gianyar saat ini tengah gencar-gencarnya mensosialisasikan agar muatan lokal masuk kurikulum di sekolah. Melalui Peraturan Gubernur No. 20 tahun 2012 tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, kemudian peraturan Bupati Gianyar No. 22 Tahun 2013 tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Dimana dalam Perbup itu diarahkan agar bahasa, aksara dan sastra Bali masuk dalam kurikulum mulai PAUD,SD, SMP hingga SMA. Terutama dalam pendidikan dasar seperti PAUD dan TK, bahasa daerah dapat diimplementasikan oleh guru lewat bermain, cerita dan lagu."Jika ini dilakukan secara benar dan serempak, saya yakin perlahan-lahan bahasa Bali akan menjadi ibu dirumah sendiri,”kata Bunda PAUD Nyonya Surya Adnyani Mahayastra.

Bahasa Bali bisa diimplementasikan dalam bercerita, bernyanyi atau bahkan sebagai pengantar dalam proses belajar mengajar. Jika hal itu diterapkan niscaya, anak-anak tidak hanya fasih berbahasa Indonesia namun juga fasih mengunakan bahasa ibu mereka.

Kadisdikpora Kabupaten Gianyar, I Dewa Gede Alit Mudiarta mengatakan serangkaian lomba yang di gelar dalam Gebyar PAUD di Kabupaten Gianyar berlangsung selama tiga hari (23-25/9). Dijelaskan lomba ini bertujuan merangsang kreatifitas anak ataupun para guru, seperti lomba mewarnai , lomba bercerita yang diikuti oleh para guru dan lain-lainnya.

Seperti diungkapkan I Gusti Ngurah Agung Yudistira juara 1 lomba mendongeng katagori pendidik kelompok bermain. Menurutnya, bercerita untuk anak-anak harus disiasati dengan memakai alat bantu gambar atau boneka agar mereka tertarik. “Disinilah diperlukan kreatifitas guru untuk menarik perhatian siswa,”jelas Yudistira.(116)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (Johny)
Saya gak ngerti, kenapa ninggalin uang di dlm mobil ? naruhnya di atas dashboard lagi ...gimana masi...
Guest (yan kancil)
Maling nekat....polisi engken ne....sudah dua korban....dan korban nya ngak sembarang orang pak yan ...
Guest (warga sukawati)
mohon sikap profesional polisi untuk menjaga keamaan... teman sy waktu ini sempat juga kena todong d...
Guest (Krama Bali)
Disadari atau tidak, sepertinya hukum sudah tidak ada lagi. Hukum dikalahkan oleh HAM. Ada perampok...
Guest (I Gusti Putu Semadi Putra)
Perampok, pencuri dan curat merajalela di Bali, karena hukum kita lemah. Hukum dikalahkan oleh HAM. ...
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS