Denpost

Nilai UN Jeblok, Bupati Mutasi Kepala Sekolah

no-imageSingaraja, DenPost
Jebloknya nilai UN tahun ajaran 2012/2013 ini nampaknya membuat gerah Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Berhembus kabar, para kepala sekolah yang menjadi ujung tombak dan penanggung jawab di masing-masing sekolah akan segera dimutasi.
Para kepala sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) akan segera mengetahui posisi dalam mutasi yang rencananya digelar Senin (15/7) ini. Jumlah kepala sekolah dari semua tingkatan itu diperkirakan mencapai 500 orang lebih yang terdiri dari 482 kepsek SD, 50 kepsek SMPN, 16 kepsek SMAN dan 9 kepsek SMKN yang tersebar di sembilan kecamatan di Buleleng.

Mutasi para kepala sekolah itu disebut-sebut akibat rendahnya nilai rata-rata hasil UN tahun ini. Maklum saja, pada pengumuman kelulusan hasil UN tahun ini, Buleleng menempati urutan teratas jumlah siswa yang tidak lulus untuk tingkat SMA/SMK. Hasil kajian Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Pemprov Bali juga menunjukkan standar kompetensi kelulusan siswa di Buleleng masih rendah.   Gelombang mutasi para kepala sekolah itu diungkapkan langsung Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, saat menghadiri acara pelantikan kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISIE) Buleleng, Sabtu (13/7) lalu. Bupati menyatakan, rencana mutasi para kasek akan digelar Senin hari ini. “Karena ini ada yang salah, maka saya lakukan mutasi kepala sekolah,” ungkapnya.
Bupati Agus Suradnyana juga menegaskan, mutasi kali ini murni karena kemauannya sendiri dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Buleleng. Dalam mutasi tersebut, ia menjamin tidak ada unsur kepentingan dari perseorangan maupun kelompok. “Saya jamin, sekarang ini bersih. Kalau dulu ketika saya menjabat ada mutasi, saya masih meraba-raba dan banyak kepentingan. Sekarang jamin, ini tidak ada kepentingan dari manapun. Ini murni demi kemajuan pendidikan Buleleng,” tegasnya.

Karena tidak ada kepentingan dari manapun, Bupati pun siap menerima risiko atas hasil akhir dari kebijakannya tersebut. Namun Bupati menegaskan, untuk mengurangi risiko atas kebijakannya itu, para kepala sekolah yang ditunjuk nanti akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali. “Ya nanti kita evaluasi setiap tiga bulan, kalau hasilnya baik kita lanjutkan, kalau tidak kita akan pikirkan kebijakan lain,” tandasnya. (118)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (made bravo)
Yang begini ini bikin bali leteh. Bule beristri pribumi bermental begini bukan cuma satu. Orang bali...
Guest (jeg konyang tanem pis APBD DITU pang sepalan...)
Guest (putu lontong benyex)
Manusia tdk punya moral, inisial nya diungkapkan sj biar khalayak reme tau semua,potonya di uplot j...
Guest (putu lontong benyex)
Manusia tdk punya moral, inisial nya diungkapkan sj biar khalayak reme tau semua,potonya di uplot j...
Guest (kang badax)
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS