Denpost

Articles

Terkait Rencana Reklamasi di Teluk Tanjung Benoa

Warga Berharap Selamatkan Pulau Pudut dari Abrasi

Terkait Rencana Reklamasi di Teluk Tanjung Benoa. Warga Berharap Selamatkan Pulau Pudut dari AbrasiTanjung Benoa, DenPost
Rencana reklamasi di Pulau Pudut sangat diharapkan masyarakat yang tinggal di pesisir barat Tanjung Benoa, Badung. Pasalnya, jika tidak segera diantisipasi, Pulau Pudut akan tengelam karena tergerus abrasi air laut. Bahkan pada saat pasang, air laut hingga masuk dan menggenangi pura yang berlokasi di tengah-tengah pulau tersebut.

Nyoman Rena selaku Kelian Adat Banjar Kerta Pascima, Tanjung Benoa, Badung, Selasa (2/7) kemarin mengungkapkan kondisi Pulau Pudut saat ini kian mengecil akibat abrasi. Dia yang mengaku mewakili warga pesisir barat sangat setuju dengan adanya rencana reklamasi. ’’Saat ini rumah kami berada paling dekat dengan laut. Nah, satu-satunya yang menjadi pelindung adalah Pulau Pudut. Jadi, kalau pulau ini tidak segera mendapat perhatian, ke depannya rumah kami pun akan hilang diterjang air laut,’’ ujarnya ditemani puluhan warga saat menujukkan kodisi Pulau Pudut yang terkikis abrasi.

Menurut Rena, sekitar tahun 60 Pulau Pudut memiliki luas kurang lebih 8 hektar. Namun kini akibat abrasi yang tersisa hanya 3 are memanjang. Bahkan dulu, dia dan warga sekitar di lokasi tersebut kerap menanam umbi-ubian seperti bangkuang di pulau tersebut. Tidak itu saja, lokasi itu pun kerap dijadikan lapangan bermain bola anak-anak. ’’Saat ini kondisinya seperti ini, tidak bisa dijadikan lokasi bermain, bentuknya saja sudah tidak karuan,’’ katanya.

Pengamatan DenPost di lokasi, beberapa pohon yang tumbuh di tengah-tengah pulau ada yang roboh karena terjangan air laut. Selain itu, beberapa tempat suci yang berdiri di lokasi tersebut dasar bangunannya sudah keliaatan karena sering tergerus air pasang. ’’Tidak sampai setahun kalau terus seperti ini Pulau Pudut mungkin hanya tinggal sejarah,’’ keluh Rena.
Saat disinggung siapakah invesntor yang akan melakukan reklamasi di Pulau Pudut, hingga saat ini Rena maupun warganya mengaku tidak mengetahuinya. Namun yang paling penting, Rena hanya mengharapkan agar ada pihak yang berbaik hati, baik itu insvestor, pemerintah atau siapa pun untuk bersedia mengembalikan Pulau Pudut. Namun dengan catatatan tidak merusak pohon mangrove dan mengubah bentuk asli Pulau Pudut tersebut. ’’Saya sudah sering mengajukan proposal ke pemerintah, tapi hingga kini tidak ada tanggapan,’’ ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan seorang warga, Wayan Wirta. Khusus untuk masalah Pulau Pudut, dia menyayangkan berbagai argumentasi dari masyarakat luas yang tidak tahu dan pernah datang ke Pulau Pudut ikut berbicara. Jika benar rencana reklamasi di Pulau Pudut, dia sangat setuju. Bahkan jika bisa sesegera mungkin sebelum Pulau Pudut tengelam. ’’Jika tidak sesegera mungkin, bagaimana nanti nasib anak-anak saya yang tinggal di pesirsir barat laut Tanjung Benoa. Jika ada yang masih mempermasalahkan tentang rencana reklamsi itu, saya harapkan yang bersangkutan turun dan datang ke Pulau Pudut. Jangan hanya ngomong di atas dan media,’’ tandasnya. (124)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (Alit wiartana)
Mudah2an di perhatikan. Pemerintah ! Ada proyek yang intinya tdk mencari susuk .
Guest (yankancil)
Perbedaan taman ayun dg pura petitenget seperti bumi dan langit... Kadirasae tongos ngenceh sing ade...
Guest (yankancil kerobokan)
Maklum bupati badung ditu umah ne Yen di petitenget jeg tongos ngenceh sing ade... Care bumi jak lan...
Guest (nym klempong)
Bali sekarang isinya Jawa maling semua...wkwkwk hancur minah
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS