Denpost

Anggaran Tak Terduga Badung Naik 361 Persen

no-imageMangupura, DenPost
Seringnya terjadi bencana tanah longsor dan bencana alam lainnya membuat Pemkab Badung mengalokasikan dana tak terduga pada APBD Perubahan tahun 2013 naik cukup fantastis. Pada induk terpasang Rp 3 miliar, setelah perubahan menjadi Rp 13.853.619.797,72 atau terjadi penambahan Rp 10.853.619.797,72, meningkat 361,79 persen. Selain belanja tak terduga, peningkatan juga terjadi pada belanja hibah dan belanja bantuan sosial (bansos).

Kenaikan belanja tak terduga ini disambut positif kalangan DPRD Badung. Anggota Komisi C, I Putu Alit Yandinata yang juga mantan Ketua Pansus Ranperda Bencana, Rabu (31/7) menegaskan, kebijakan pemerintah yang menambah alokasi dana tak terduga sejalan dengan Perda Bencana yang telah disahkan. Namun, politisi muda PDI Perjuangan asal Desa Dauh Yeh Cani Abiansemal ini mengharapkan alokasi dana yang besar harus dibarengi dengan penyerapan anggaran. Sehingga nantinya tidak kembali ke kas daerah menjadi silpa. ’’Bukan berarti kita mengharapkan terjadinya bencana, akan tetapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, instansi terkait masih perlu meningkatkan akselerasi penanangan paska bencana. Khususnya dalam perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana,’’ tegas Alit Yandinata.

Hal senada juga dikatakan Anggota Komisi B, I Made Sudiana. Komisi yang membidangi masalah pembangunan ini menilai, kebijakan Bupati Gde Agung menambah anggaran tak terduga dinilai cukup strategis. Pasalnya, paskabencana sering terjadi kerusakan infrastruktur yang perlu penanganan cepat. Seperti jebolnya jalan dan gorong-gorong di desa Belok Sidang, Petang beberapa waktu lalu. ’’Dengan adanya dana tak terduga, Bupati bisa langung memerintahkan SKPD terkait melakukan penanganan, tidak harus melalui proses penganggaran lagi,’’ kata Sudiana.

Selain peningkatan belanja tak terduga, belanja hibah juga mengalami kenaikan. Pada induk dirancang Rp 63.545.582.650, setelah perubahan menjadi Rp 88.145.582.650. Mengalami kenaikan Rp 24.600.000.000 atau 38,71 persen. Belanja bansos juga meningkat 4,55 persen. Dimana pada induk dirancang Rp 55.001.742.300, setelah perubahan menjadi Rp 57.501.750.000. (115)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (kang badax)
Guest (yan kancil kerobokan)
Cang merase proyek lebian ***..... Ne rugi masyarakat gen je Ajak pengguna jalan raya... Proyek NAS...
Guest (Alit wiartana krb keloid.)
Kalau kejadian ini Benar Adanya . bejat kali kau oknum apparat, Saipa yg kau suruh hormat dgn dirim...
Guest (Alit wiartana kerobokan keloid,)
Masy haruslah berhati2 dan was pada apa lagi menjelang Pilkada,banyak Akan janji di obral . Contoh i...
Guest (Alit wiartana)
Hal terse but hendaknya. Dilakukan berkelanjutan, Jgn hanya saat sidak !
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS