Denpost

Brimob-TNI “Stand-by” SUKSES mengamankan pencoblosan Rabu (15/5) lalu, Polda Bali yang di-back-up sembilan Kompi Brimob “impor”dan TNI, masih stand-by (siaga) di beberapa
Proses Rekapitulasi Suarat Suara Berjalan PROSES rekapitulasi perolehan suara pasca pencoblosan yang dilanjutkan dengan penghitungan surat suara di masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh
KPU Antisipasi Gugatan SALING klaim kemenangan antara PAS dengan Pasti-Kerta, rupanya tak hanya menimbulkan kegalauan di masyarakat. Menghindari gugatan akibat salah hitung, KPU
Kandidat Saling Klaim Menang Renon, DenPostFenomena menarik terjadi pascapencoblosan Rabu (15/5) lalu. Setelah mengemuka hasil penghitungan cepat (quick count) yang sama-sama memenangkan paket PAS
Hasil Pilgub Tunggu KPU Bali Renon, DenPostHasil perhitungan cepat (quick count) berbagai lembaga survei terhadap hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali, Rabu (15/5)
Ratusan Pemilih Masih Misterius Surat Suara Rusak Dibakar Semarapura, DenPostPilgub Bali, Rabu (15/5) ini ternyata menyisakan masalah. Pasalnya menjelang H-1 pencoblosan, Selasa (14/5) kemarin ratusan
Mencuri, Dua Waria Diciduk Kuta Utara, DenPostDua waria yang berprofesi sebagai penari di salah satu klub malam di Seminyak, Kuta Utara, diciduk petugas gabungan
Inapkan ABG, Pemuda Tanggung Disel. Bangli, DenPostDaftar priayang melarikan wanita di bawah umur bertambah. Kali ini seorang pemuda tanggung yang tinggal di Jl. Astina Selatan,
“Ninja” Ngaku Pantang Memperkosa. Tiga Kereneng, DenPostTim Unit III Subdit III Ditreskrimum Polda Bali, terus mengembangkan kasus anggota komplotan garong ala ninja, tersangka Zainal alias
Tewaskan Bapak-Anak   Sumur Tua Maut Itu Bakal "Dipralina" Kematian dua juru kuras sumur di rumah Made Adnyana di Banjar Tengah, Desa Buduk, Mengwi,

Articles

Pendaftaran A.A. Ngurah Puspayoga - Dewa Nyoman Sukrawan Menjadi Arena Pesta Budaya

Pendaftaran A.A. Ngurah Puspayoga - Dewa Nyoman Sukrawan Menjadi Arena Pesta BudayaDenpasar, DenPost
PDI Perjuangan Bali tanpa keraguan sedikit pun, akhirnya mendaftarkan pasangan AA Ngurah Puspayoga dengan Dewa nyoman Sukrawan sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali. Mereka yakin pasangan ini akan diterima dan didukung oleh warga Bali sebagai calon yang sesuai dengan aspirasi dan harapan mereka.

Prosesi pendaftaran berawal dari persembahyangan bersama di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali. Setelah itu, pasangan diantarkan oleh ribuan massa serta kader PDI Perjuangan dari tingkat Provinsi hingga anak ranting (Desa). Turut serta dalam rombongan adalah para bupati yang berasal dari kader partai antara lain Putu Agus Suradnyana (Buleleng), Wayan Candra (Klungkung) AA Beratha (Gianyar) , Putu Artha (Jembrana) , Made Gianyar (Bangli) dan Walikota Denpasar Rai Mantra.

Yang menarik, pendaftaran ini otomatis membuat suasana halaman kantor KPU menjadi ajang Festival Budaya. Sebab, aneka kesenian tradisional dipertontonkan antara lain tari Baris Barongsai, Bleganjur, Rodat dari kampung muslim Kepaon, musik rebana dan lain-lain. Saat pasangan calon sedang mengurus masalah administrasi, secara bergantian para seniman itu mempertontonkan kepiawaiannya.

Rombongan yang dipimpin Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Cokorda Ratmadi diterima Ketua KPU Bali, Lanang Sukawati Perbawa dan jajarannya. Acara berlangsung singkat karena hanya dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas yang nantinya akan diverifikasi oleh KPU. Usai acara itu, kandidat bersama Tim Pemenangan serta Ketua KPU melakukan potret bersama Usai pendaftaran, Cok Ratmadi meminta para calon pemimpin Bali itu untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat dan melakukan sosialisasi. “Bali adalah daerah basis PDI Perjuangan, kita tidak boleh kalah,” tegas Cok Rat. Ia meminta para kader untuk bekerja keras dan bergotong- royong menjaga eksistensi partai.

Sementara itu Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristyanto menegaskan, pihaknya sengaja mengambil Dewa Nyoman Sukrawan yang merupakan kader tulen untuk mendampingi Puspayoga. Ini merupakan ujian bagi partai, sejauhmana kesolidannya ketika mengusung tokoh kader. “ Pak Sukrawan itu orang hebat karena sudah jadi Pengurus PDI di jaman partai sedang dalam tekanan Orde Baru,” tegasnya.

Usai pendaftaran, para kader yang duduk di jajaran eksekutif dan legistatif mengikuti Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) di Sekretariat DPD PDIP. Intinya, forum itu membahas koordinasi guna mencapai visi misi partai. Selain itu mereka diminta tetap komit dengan perjuangan untuk memenangkan pasangan Puspayoga- Sukrawan.

Pada kesempatan itu, Puspayoga juga diminta untuk memaparkan visi dan misinya sebagai calon gubernur. Inti dari visinya itu adalah “Membangun Bali Berbasiskan Potensi dan Peran Kabupaten/ Kota”. Visi itu dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa potensi pembangunan Bali berada di wilayah kabupaten yang harus digali dan dikembangkan. Adapun peran pemerintah provinsi adalah dalam upaya mensinergikan dan mengkoordinasikan pengembangan potensi itu serta mendorong pemecahan-pemecahan masalah yang bersifat lintas kabupaten.

Sementara itu Hasto menambahkan, calon Gubernur Bali juga terikat pada visi partai yang memiliki agenda untuk segera menuntaskan kemiskinan, kesenjangan sosial , menjaga negara Kesatuan Repubik Indonesia dan lainlain. “Politik kita sebagai partai bukanlah menjadikan partai sebagai alat kekuasaan tetapi alat perjuangan untuk mencapai semua tujuan itu,” tegasnya. (r/*)

Facebook

Twitter

Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS

Register

User Registration
or Cancel