Denpost

Ikuti Bogor Terbuka

Kempo Bali Kirim Dua Tim

no-imageDenpasar, DenPost
Pada  7 - 9 Juni mendatang, akan digelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kempo Antarkota bertajuk Bogor Open. Namun, kejuaraan ini dibatasi pesertanya per daerah. Alhasil, Bali pun harus membatasi diri dengan mengirim hanya dua tim.
“Dua tim yang bakal ambil bagian di kejurnas itu, yakni Tim Kempo Badung dan Tim Kempo Denpasar. Badung mengirimkan 20 kenshi putra dan putri, sedangkan untuk Denpasar mengirimkan 12 kenshi putra dan putri,” ungkap Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali, Fredrik Billy, Senin (13/5) kemarin.
Kedua tim itu bisa ambil bagian di even itu. Karena jauh hari sebelumnya, diawal pembukaan pendaftaran, sudah lebih dulu mendaftar sekaligus membayar uang pendaftaran. Berbeda dengan Tim Kempo Gianyar yang terpaksa ditolak, karena terlambat mendaftar.
“Pembatasan peserta itu, karena even itu dibatasi hanya sampai 500 kenshi peserta saja, dari 33 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Sekitar 15 kabupaten dan kota di Indonesia juga ditolak karena pembatasan peserta itu,” tambahnya.

Pertimbangan pembatasan peserta itu sendiri, versi Fredrik Billy, yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali itu, lantaran waktu pertandingan hanya tiga hari saja. Itupun juga karena banyaknya pertandingan yang digelar dalam masa gelaran itu.
“Belum lagi ada kenshi dari luar Indonesia, seperti Thailand, Myanmar dan Philipina yang mengirimkan kenshi andalannya, yang bakal diturunkan di SEA Games Myanmar, Desember mendatang, dengan menjadikan Bogor Open itu sebagau ajang pemanasan,” imbuhnya.
Sedangkan untuk dua tim Bali dari Badung dan Denpasar, diakuinya jika dua daerah itu bakal mengirimkan kenshi terbaiknya, yang bakal diturunkan di Porprov Bali XI di Denpasar, September mendatang.  
“Pastinya bagi keshi Badung dan Denpasar, Bogor Open juga menjadi ajang pemanasan sebelum turun di Porprov Denpasar. Hal ini bagus, karena Perkemi Bali juga bakal memantau prestasinya, untuk diakomodir namanya, sebagai proyejsi kenshi di PON XIX Jawa Barat 2016 nanti,” pungkas Fredrik Billy. (108)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (Lodra)
Kumuh dimana2 semua karean pendatang yg tidak terkontrol. Sementara bupati tabanan dapat prestasi bi...
Guest (wayan sudharya)
Kalau untuk hal-hal yang tidal prinsipil Dan signifikant sebaiknya jangan dipersoalkan karena ITU ha...
Guest (Mohamad Bin Hasam)
Setuju. Semua Baliho yang ada di Kuta Selatan yaitu di Kelan "Baliho Yang Menolak Reklamasi", dan di...
Guest (yan kancil)
Tembak mati aja pak polisi supaya penjahat seperti mereka tidak ada regenerasi...supaya penjara TUSI...
Guest (Asu)
Razia bukan sekali. Harus berkesinambungan. Mustahil tidak ada. Pasti ada oknum PP
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS